Peran Iran Di Perang Dunia

Peran Iran Di Perang Dunia

Selama serta segera selesainya Perang dunia I, pasukan Inggris serta Rusia (kemudian Soviet) menduduki sebagian akbar Persia yang dulu merdeka, kini dikenal sebagai Iran, meskipun negara itu menyatakan netralitas.

Seorang perwira militer yg bertugas di Brigade Cossack Persia serta seorang nasionalis Persia yang bersemangat, Reza Khan memimpin persekongkolan militer yg bertujuan untuk menegakkan balik kedaulatan Iran pada bawah pemerintahan pusat yang bertenaga.

Didukung sang Inggris, Reza Khan situs judi slot terpercaya memimpin perebutan kekuasaan pada Februari 1921, merebut kendali atas Teheran serta memaksa Qajar Shah yang lemah serta korup buat mengarah jurnalis Sayyid Zia al-Din Tabatabai sebagai Perdana Menteri.

Peran Iran Di Perang Dunia

Serta dirinya sendiri—Reza Khan—sebagai Menteri berasal Perang. sesudah beliau menekan beberapa https://www.experiencereign.com/ pemberontakan dan membangun semacam kontrol terpusat di negara itu, majelis nasional Persia mengarah Reza Khan menjadi Perdana Menteri pada tahun 1923 dengan kekuatan diktator virtual.

Sehabis menumpas pemberontakan nasionalis Arab dan dengan dukungan Inggris, Reza Khan mendorong majelis buat menggulingkan Qatar Shah serta mengangkat dirinya sendiri Shah di 13 Desember 1925.

Reza merogoh nama Pahlavi pada mendirikan dinasti barunya. Majelis jua mengakui putra sulungnya, Muhammad-Reza, menjadi pewaris takhta. Selama masa pemerintahannya, Reza Shah menerapkan reformasi buat membangun pulang negara dan memulihkan kemerdekaan politik serta ekonomi.

Dia berjuang buat sebuah negara terbaru dengan militer yg kuat, bersatu menjadi satu bukannya dibagi oleh beberapa gerombolan kepercayaan serta suku, serta buat kepemimpinan yang bebas asal imbas asing.

Karakter pemerintahannya kontroversial: pada satu sisi ia dianggap sebagai faktor pada modernisasi Iran; pada sisi lain, ia tak jarang memakai kekuatan brutal dan ketergantungannya pada favoritisme etnis buat mengamankan Dinasti Pahlavi secara efektif merusak perkembangan demokrasi terbaru atau pemerintahan pluralis di Iran.

Di tahun 1935, pemerintah Persia membarui nama negara asal “Persia” menjadi “Iran”, nama historis negara serta sebutan yg awam dipergunakan di dalam negeri selama berabad-abad. Penunjukan baru sekaligus mengalihkan perhatian asal sebutan tradisional Barat “Persia” (kata yang dari asal bahasa Yunani).

“Persia” merupakan nama historis berasal salah satu grup etnis pada Iran. menggunakan reformasi yg diterapkan Reza Shah, adopsi nama baru buat negara itu dilihat menjadi pemulihan warisan sejarah Iran. ad interim Persia sudah sebagai korban imperialisme, Iran akan bebas berasal kontrol asing.

Iran Selesainya Pecahnya Perang Dunia II

Adolf Hitler, pemimpin Partai Nazi, sudah menulis ihwal dugaan inferioritas rasial orang non-Eropa, terutama orang Arab dan India, pada Mein Kampf, yg diterbitkan di tahun 1925. Hitler juga sudah menghina gerakan anti-kolonial, menyebut mereka menjadi sebuah “koalisi orang stigma” yg tidak akan pernah mampu sebagai mitra sejati bagi Jerman.

Sehabis Nazi berkuasa di tahun 1933, dan khususnya setelah kepemimpinan Nazi melancarkan Perang dunia II dengan menginvasi Polandia di tahun 1939, tentara serta diplomat Jerman, berharap buat melemahkan kekuatan kerajaan kolonial Inggris serta Prancis, secara aktif berusaha untuk mensugesti strategi dan ekonomi. perkembangan di Iran, India, dan Timur Tengah Arab.

Akibatnya mereka meremehkan referensi rasis pada orang-orang non-Yahudi pada Timur Tengah pada tentang publik.

Termasuk pada tujuan ofensif isu terkini panas Jerman Nazi tahun 1942 di Uni Soviet artinya pendudukan Jerman pada daerah Kaukasus, serta dari sana pencaplokan ke Irak dan Iran menggunakan asa menetapkan rute transit Inggris Raya ke India Britania serta ke pedalaman Soviet.